Pengaruh industri pariwisata terhadap peninggalan bangunan kolonial di Kota Langsa

  • Agung Meiranda Universitas Samudra
  • Teguh Rianto Universitas Samudra
  • Namira Yasmin Universitas Samudra
Keywords: Bangunan Kolonial, Industri Pariwisata, Pengaruh

Abstract

Gedung Balee Juang dan kantor PTPN 1 Langsa merupakan bagian dari bangunan cagar budaya. Peninggalan kolonalisme Belanda .Bangunan ini dibangun pada kisaran tahun 1907-1917 untuk menunjang pengembangan industrilisasi di Aceh Bagian Timur. Keberadaaannya dimasa kini dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, salah satunya untuk menunjang industri pariwisata. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pengaruh industry pariwisata terhadap pelestarian bangunan kolonial di Kota langsa. Memanfaatkan metode penelitian kualitatif, analisis dilakukan dengan mengindentifikasi peninggalan bangunan kolonial, mengindentifikasi industry pariwisata dan pengaruhnya terhadap peninggalan bangunan kolonial di Kota Langsa. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa pengaruh industry pariwisata terhadap peninggalan bangunan kolonial di Kota Langsa dapat berdampak baik dengan indikator utama terawatnya bangunan-bangunan tersebut.Gedung Balee Juang yang pernah berfungsi sebagai kantor administrative Kabupaten Aceh Timur sekarang dialih fungsikan untuk menunjang industri pariwisata. Perubahan fungsi Gedung Balee Juang sebagai Museum Kota Langsa diharapkan dapat menambah sumber pembelajaran dalam bidang pendidikan kesejarahan dan memacu tumbuhnya paket-paket wisata sejarah yang terpadu agar   mengaktifkan bangunan-bangunan peninggalan lainnya.

Published
2019-12-21