Dampak Limbah Karet Terhadap Lingkungan dan Aktivitas Masyarakat di Kabupaten Aceh Timur

  • Nilawati Putri Universitas Samudra
  • Fadillah Natasya Universitas Samudra
Keywords: Alue Sentang, gudang karet, limbah karet, pencemaran air

Abstract

Desa Alue Sentang Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur terdapat beberapa gudang untuk penyimpanan karet secara besar-besaran, karet dari hasil perkebunan masyarakat dikumpulkan dalam gudang sebelum di kirimkan ke pabrik-pabrik industry yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Gudang karet ini membuang sisa-sisa limbah ke dalam aliran air. Hal ini yang mengkibatkan banyak masalah terhadap lingkungan dan masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang terjadi dari limbah karet terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Metode observasi dilakukan langsung di gudang karet yang ada di Desa Alue Sentang dengan mengidentifikasi limbah karet yang ada dari gudang tersebut mulai jarak 10 meter, 30 meter, 50 meter, 70 meter dan 100 meter. Wawancara dilakukan secara langsung kepada masyarakat sekitar dengan mengambil sempel sebanyak 10 rumah sebagai responden terkait dampak yang timbul akibat limbah karet tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pada jarak 10 meter sampai 30 meter dari gudang karet tersebut, bau yang ditimbulkan dari limbah karet sangatlah menyengat, warna dari limbah karet yaitu  putih susu dan putih kecokelatan dan teksur limbah cair dan sedikit kental. Pada jarak 50 meter dan 70 meter bau yang ditimbulkan dari limbah karet menyengat, warna limbah cenderung kecokelatan dengan tekstur yang sudah mulai kental. Pada jarak 100 meter bau yang ditimbulkan dari limbah karet tidak terlalu menyengat, warna limbah cokelat dan tekstur menjadi padat. Selain itu Dari wawancara yang telah dilakukan, respon dari rumah A,B,C,D,E dan F adalah sangat terganggu dengan adanya bau dari limbah gudang karet. Untuk rumah G,H dan I merespon terganggu. Rumah J merespon tidak terganggung dengan adanya limbah gudang karet. Namun, terkadang ketika warga melewati jalan yang kebetulan dekat dengan gudang tesebut merasa sangat terganggu dengan adanya bau dari limbah karet.

References

Azwir. (2006). Analisis Pencemaran Air Sungai Tapung Kiri Oleh Limbah Pabrik Karet. Semarang: Universitas Diponegoro
Dewi. (2002). Tingkat Keasaman dan Oksigen Terlarut Sebagai Indicator Kualitas Perairan Sekitar Muara Sungai Cisadane. Jurnal Teknik Lingkungan, 5 (2), 33-39
Gapkindo. (2018). Bioredeminasi In Vitro Limbah Industry Karet. Jurnal Penelitian Sains, (6), 44-49
Hermon. (2010). Identifikasi Pencemaran Air. Jakarta: Erlangga
Ilham. (2004). Geografi Lingkungan: Perubahan Lingkungan Global. Padang: UNP Press
Puspita. (1999). Metode Penelitian. Jakarta: Erlangga
Raharja. (1991). Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Yogyakarta: Pustaka Ilmu
Sahabudin, A. (2014). Kajian Kualitas Limbah Cair Domestic Di Beberapa Sungai Yang Melintas Kota Manado. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 1 (1)
Suprihatin. (2014). Kontribusi Limbah Domestik Penduduk Disekitar Sungai Biknoi Terhadap Kualitas Air Bendungan Biknoi. Jurnal Bumi Lestari, 6 (2)
Suratmo, F., Gunawan. (2002). Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Yogyakarta: Gajah Mada Universitasn Press
Published
2020-12-30