Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair Untuk Berbagai Tanaman Di Kampung Lengkong, Kota Langsa

  • Dilla Farhana Universitas Samudra
  • Yayi Retno Pangestu Wijaya Universitas Samudra
Keywords: Tahu, limbah cair, pupuk organik

Abstract

Dalam proses pembuatan industri tahu menghasilkan limbah baik berupa cair maupun padat. Kandungan dalam limbah cair tahu dapat merusak lingkungan, namun sangat bermanfaat dalam proses pertumbuhan tanaman. Limbah cair memiliki unsur hara esensial berupa N, P, C-organik dan K. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pemanfaatan limbah tahu sebagai pupuk organic cair. Metode yang di gunakan adalah eksperimen. Penelitian ini dilakukan di Kampung Lengkong Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Aplikasi pupuk cair pada tanaman cabai dan tomat terbukti dapat mempercepat proses pertumbuhan terutama pada vase vegetatif. Rata tinggi tanaman yang didapat adalah pada konsentrasi 0% = 43,66 cm, konsentrasi 25% = 56,33 cm, konsentrasi 50% = 66,33 cm, konsentrasi 75% = 75 cm. Rata-rata jumlah daun dari konsentrasi 0% = 15,33, 25%= 21, 50%=28, dan 75%=34. Pupuk cair limbah tahu juga dapat diaplikasikan pada berbagai jensi tumbuhan mulai dari herba, perdu, maupun pohon.

References

Ajeng, FS. (2015). Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Bahan Amelioran Tanah Dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Caisin (Brassica juncea L). Skripsi. Dapartemen ilmu tanah dan sumberdaya lahan fakultas pertanian. IPB. Bogor.
Aliyenah, A Napoleon, Yudono. 2015. Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu sebagai Pupuk Cair Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir). Jurnal penelitian sains. 17 (3): 1-6
Ahmad, AA, Yulia, EA dan Nurbaiti. (2017). Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Untuk Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.). JOM FAPERTA, 4(2): 1-5
Asmoro , Y. 2008. Pemanfaatan limbah tahu untuk peningkatan hasil tanaman petsai (Brassica chinensis). Jurnal Bioteknologi. 5 (2) : 51-55.
Elfrida, Mubarak, A danSuwardi, AB. (2020). The fruit plant species diversity in the home gardens and their contribution to the livelihood of communities in rural area. Biodiversitas 21 (8): 3670-3675
Hanafiah, K. A. (2004). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Handayani, H. (2006). Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Pupuk Alternatif Pada Kultur Mikroalga Spirullina sp. Jurnal Protein 13(2)
Harjadi, SS. (1991). Pengantar Agronomi. Gramedia. Jakarta.
Hikmah N. (2016). Pengaruh Pemberian Limbah Tahu Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman .
Husin, A. (2003). Pengolahan Limbah Cair Tahu Menggunakan Biji Kalor (Moringa olicifera Seeds) Sebagai Koagulan. Laporan Penelitian Dosen Muda, Fakultas Teknik USU.
Jenie, BSL. (1995). Utilization Of Tofu And Tapioca Solid Wastes And Rice Brand To Produce Red Pigmentsby Monascus pupureus In Tofu Liquid Waste Medium. Journal Indonesian Food And Nutrision Progress 2(2): 24-29
Lahuddin, M. (2007). Aspek Unsur Mikro Dalam Kesuburan Tanah. USU Press. Medan.
Lakitan, B. (1996). Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Latarang, B. dan A. Syakur. (2006). Pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada berbagai dosis pupuk kandang. J. Agroland. 13(3): 265-269.
Lingga, P. (2003). Petunjuk penggunaan pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Levina, E. (2016). Biogas from tofu waste for combating fuel crisis and Environmental damage in Indonesia. Apec Youth Scientist Journal. 8 (1): 16-21
Najira, Selviyanti, E, Tobing, YB, Kasmawati, K, Sianturi, R dan Suwardi, AB. (2020). Diversitas Kultivar tanaman Durian (Durio zubethinus Murr.) Ditinjau dari Karakter Morfologi. Jurnal Biologi Tropis 20(2): 185-193
Navia, ZI dan Chikmawati, T. (2015). Durio tanjungpurensis (Malvaceae), a new species and its one new variety from West Kalimantan, Indonesia. Bangladesh Journal of Botany 44 (3): 429-436
Navia, ZI, Suwardi, AB dan Saputri, A. (2019). Karakterisasi Tanaman Buah Lokal di Kawasan Ekosistem Leuser Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Buletin Plasma Nutfah 25 (2): 133–142
Navia, ZI, Suwardi, AB, Harmawan, T, Syamsuardi, dan Mukhtar, E. (2020). The diversity and contribution of indigenous edible fruit plants to the rural community in the Gayo Highlands, Indonesia. Journal of Agriculture and Rural Development in the Tropics and Subtropics. 121(1): 89-98
Navia, ZI, Suwardi, AB, Nuraini, dan Seprianto. (2020). Ethnobotany of wild edible fruit species and their contribution to food security in the North Aceh region, Indonesia. The International Conference on ASEAN 2019, 203-210
Navia, ZI, Audira, D, Afifah, N, Turnip, K, Nuraini dan Suwardi, AB. (2020). Ethnobotanical investigation of spice and condiment plants used by the Taming tribe in Aceh, Indonesia. Biodiversitas 21 (10), 4467-4473
Nurlinda, Payung, I, Juana, P dan Suwardi, AB. (2018). Anti-Microfilarial Activity of Rhizome Extract of Curcuma aerugenosa Roxb. (Zingiberaceae). Journal of Chemical and Pharmaceutical Research 10 (8): 33-36
Nurtiyani, E. (2000). Mikroalga Chlorella Sp Dapat Menormalkan Limbah Tahu. Lembaga Penelitian dan Pengembangan UI, Jurusan Biologi Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Depok.
Nohong, N. (2010). Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Bahan Penyerap Logam Krom, Kadmiun Dan Besi Dalam Air Lindi TPA. Jurnal Pembelajaran Sains 6(2): 257-269
Noverian, W, Suwardi, AB dan Mubarak, A. (2020). Inventarisasi Jenis Buah-Buahan Lokal Sebagai Sumber Pangan Bagi Masyarakat Lokop Aceh Timur. Jurnal Jeumpa 7 (1): 319-327
Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Purba, M, Marsela, A, Mustika, R, Subakti, R, Khairani, S, dan Suwardi, AB. (2020). Potensi Pengembangan Agroforestri Berbasis Tumbuhan Buah Lokal. Jurnal Ilmiah Pertanian 17 (1), 27-34
Rosliani, R., N. Sumarni. (2005). Budidaya Tanaman Sayuran Dengan Sistem Hidroponik. Bandung: Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
Said, N. i. et al. (2015). Teknologi Pengolahan Limbah Tahu-Tempe Dengan Proses Biofilter Anaerob Dan Aerob. tersedia pada : https://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/limbahtt.html (Diakses: 22 oktober 2020).
Sarwono. (2004). Sifat Limbah Tahu. Jakarta
Sembiring, MB, Rahmi, D, Maulina, M, Tari, V, Rahmayanti, R dan Suwardi, AB. (2020). Identifikasi Karakter Morfologi dan Sensoris Kultivar Mangga (Mangifera Indica L.) di Kecamatan Langsa Lama, Aceh, Indonesia. Jurnal Biologi Tropis 20 (2), 179-184
Siswoyo, E. Dan Hermana, J. (2017). Pengaruh Air Limbah Industri Tahu Terhadap Laju Pertumbuhan Tanaman Bayam Cabut (Amaranthus tricolor). Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan 9(2): 105-113.
Suwardi, AB, Indriaty, dan Navia, ZI. 2018. Nutritional evaluation of some wild edible tuberous plants as an alternative foods. Innovare Journal of Food Sci 6 (2): 9-12
Suwardi, AB, Navia, ZI, Harmawan, T, Syamsuardi, dan Mukhtar, E. (2020). Ethnobotany and conservation of indigenous edible fruit plants in south Aceh, Indonesia. Biodiversitas. 21 (5): 1850-1860
Suwardi, AB, Navia, ZI, Harmawan, T, Syamsuardi, dan Mukhtar, E. (2019). Sensory Evaluation of Mangoes Grown in Aceh Tamiang District, Aceh, Indonesia. Advances in Ecological and Environmental Research 4 (3): 79-85
Suwardi AB, Navia ZI, Harmawan T, Syamsuardi, Mukhtar E (2020b). Ethnobotany, nutritional composition and sensory evaluation of Garcinia from Aceh, Indonesia. Materials Science and Engineering 725: 012064
Suwardi AB, Navia ZI, Harmawan T, Syamsuardi, Mukhtar E (2020c). Wild edible fruits generate substantial income for local people of the Gunung Leuser National Park, Aceh Tamiang Region. Ethnobotany Research & Applications 20:11
Published
2020-12-30