Diversitas tumbuhan buah pekarangan di desa Simpang Balik, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh

  • Husnul Muna Bella Universitas Samudra
  • Rani Riska Universitas Samudra
  • Adi Bejo Suwardi Universitas Samudra
Keywords: Pekarangan, Simpang Balik, Tumbuhan Buah

Abstract

Tumbuhan buah pekarangan merupakan salah satu bagian dari keanekaragaman hayati yang memiliki peran sangat penting bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis tumbuhan buah pekarangan di desa Simpang Balik, kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari 2021 dengan menggunakan metode purposive random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan koleksi, observasi, dan wawancara langsung. sebanyak 158 individu tumbuhan buah pekarangan yang ditemukan di Desa Simpang Balik, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah yang terdiri dari 25 jenis dan 15 suku. Tanaman yang Strawberry (Fragaria vesca), Alpukat (Persea americana), dan Jambu Biji (Psidium guajava) merupakan tumbuhan buah yang paling banyak ditemukan di lokasi penelitian.

References

Ajes TP, Naseef SAA, Kumuthakalavalli R. 2012. Etnobotanical documentation of wild edible fruits used by Muthuvan tribes of Idukki, Kerala-India. International Journal of Pharmacy Biologi Science 3(3): 479-487.
Ardini, M. Marsela A, Mustika R, Subakti R, Khairani S, Suwardi AB. 2020. Potensi pengembangan agroforestri berbasis tumbuhan buah lokal. Jurnal Ilmiah Pertanian. 17(1): 27-34.
Brahma S,H Narzary, S Basumatary. 2013. Wild edible fruits of Kokrajchar District of Assam, North-East India. Asian J. Plant Sci. Res. 3 (6): 95-100.
Danoesastro, H, 1978. Tanaman Pekarangan dalam usaha Peningkatan Ketahanan Rakyat Pedesaan. Agro-Ekonomi, Yogyakarta.
Desmukh BS dan A Waghmode. 2011. Role of wild edible fruits as a food resource: Traditionalkmowledge. Int. J. of Pharm. & Life Sci. 2(7): 919-924.
Elfrida, Mubarak A, Suwardi AB. 2020. The fruit plant species diversity in the home gardens and their contribution to the livelihood of communities in rural area. Biodiversitas 21 (8): 3670-3675.
Elfrida, Tarigan NS, dan Suwardi AB. 2021. Ethnobotanical study of medicinal plants used by community in Jambur Labu Village, East Aceh, Indonesia. Biodiversitas 22(7): 2893-2900
Indah, Bayti CS, Mini H, dan Suwardi AB. 2020. Uji Daya Terima Donat Berbahan Dasar Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Dan Tepung Daun Ruku-Ruku (Ocimum americanum L). Media Gizi Pangan 27(1): 79-85
Kawijayan. MPA. 2004. Kontribusi Pekarangan Terhadap Kesediaan Pangan dan Gizi Masyarakat Desa Pala Pulau Kecamatan Putusibau. Skripsi. Fakultas Petanian, Universitas Tanjung Pura Pontianak.
Miftahuddin, M. Subianto, Zumaidar. 2012. Analisis Produktivitas Tumbuhan Buah Melalui Feature Selection. Journal Matematika, Statistika, dan & Komunikasi 8 (2): 69-89.
Navia ZI, Suwardi AB, Harmawan T, Syamsuardi, Mukhtar E. 2020a. The diversity and contribution of indigenous edible fruit plants to the rural community in the Gayo Highlands, Indonesia. J Agric Rural Dev Tropics Subtropics 121 (1): 89-98.
Navia ZI, Audira D, Afifah N, Turnip K, Nuraini, Suwardi AB. 2020b. Ethnobotanical investigation of spice and condiment plants used by the Taming tribe in Aceh, Indonesia. Biodiversitas 21 (10): 4467-4473.
Navia, ZI, Suwardi AB dan Baihaqi. 2021a. Ethnobotanical study of medicinal plants used by local communities in Sekerak Subdistrict, Aceh Tamiang, Indonesia. Biodiversitas 22(10): 4273-4281
Navia ZI, Suwardi AB, Nuraini. 2021b. The importance of tropical edible fruit plants for tribal communities in East Aceh region, Indonesia. Earth and Environmental Science. 637(1): 012003
Njurumana GN. 2016. Masyarakat Desa dan Manajemen Biodiversitas Flora Pada Sistem Pekarangan di Kabupaten Sumba Tengan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea 5 (1): 25-36.
Nolan JM and NJ Turner 2011. Ethnobotany: The Studi of People- Plant Realtions. Dalam Etnobiology. E.NAnderson, D,Pearsall, E.Hunn and N.Turner (Editor) 133.
Priyanti, Fauziah R. 2016. Analisa Tanaman Buah di Kecamatan Ciputat Kota Tanggerang Selatan, Provinsi banten. Jurnal Riau Biologia 1 (2): 140-148.
Purwanto Y, EB Waluyo, dan JJ Afriastini. 2009. Analisis Nilai Kepentingan Budaya Hasil Hutan Bukan Kayu (NTFPs) untuk Valuasi Potensi dan Kemungkinan Pengembangannya. Jakarta
Ramadhani L, Oktavianti T, Andriani A, Nafsiah N, Sihite RJ dan Suwardi AB. 2021. Studi etnobotani ritual adat pernikahan Suku Tamiang di Desa Menanggini Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh. Bioma: Jurnal Ilmiah Biologi 10 (1): 80-92
Sutrisno IH, Bachtiar A, Navia ZI, Nuraini, Suwardi AB. 2020. Documentation of ritual plants used among the Aceh tribe in Peureulak, East Aceh District, Indonesia. Biodiversitas. 21(22): 4990-4998
Sutrisno IH, Suwardi AB, Navia ZI, Baihaqi, dan Fadhilah MA. 2021. Documentation of the traditional Alas food in Southeast Aceh district, Indonesia. Biodiversitas 22 (8): 3243-3249
Suwardi AB, Navia ZI, Harmawan T, Nuraini, Syamsuardi, Mukhtar E. 2020a. Ethnobotany, nutritional composition and sensory evaluation of Garcinia from Aceh, Indonesia. Mat. Sci. Eng. 725 (1): 012064.
Suwardi AB, Navia ZI, Harmawan T, Syamsuardi, Mukhtar E. 2020b. Ethnobotany and conservation of indigenous edible fruit plants in South Aceh, Indonesia. Biodiversitas 21 (5): 1850-1860.
Suwardi, AB, Mardudi, Navia, ZI, Baihaqi, Muntaha. 2021. Documentation of medicinal plants used by Aneuk Jamee tribe in Kota Bahagia Sub-district, South Aceh, Indonesia. Biodiversitas 22 (1): 2085-4722.
Suwardi AB, Navia ZI, Harmawan T, Syamsuardi, Mukhtar E. 2020c. Wild edible fruits generate substantial income for local people of the Gunung Leuser National Park, Aceh Tamiang region. Ethnobotany research and applications 20: 1-13
Published
2021-12-30