EFEKTIVITAS PENERAPAN ETNOMATEMATIKA JENIS “KELERENG DENGAN ORIENTASI HOMTS (HIGHER ORDER MATHEMATICA THINGKING SKILLS) BERBASIS KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN

  • Nuraina Universitas Negeri Medan
  • Mauliadi Universitas Negeri Medan
  • Nova Listia Amanda Universitas Negeri Medan
Keywords: Etnomatematika, HOMTS, Kelereng, Permainan Tradisional

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas penerapan etnomatematika jenis “Kelereng” dengan orientasi HOMTS (Higher Order Mathematica Thingking Skills) berbasis konsep penjumlahan dan pengurangan. Metode pengambilan sampel dalam mini research ini adalah dengan purposive sampling (sampel bertujuan) dengan menetapkan empat orang anak yang berusia sekitar 8-10 Tahun yang duduk di bangku Sekolah Dasar sebagai sampel penelitian. Jenis penelitian dalam mini research ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan memberikan lembar soal HOMTS (Higher Order Mathematica Thinking Skills) mengenai etnomatematika jenis “kelereng”. Adapun hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan pelaksanaan mini research yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai efektivitas penerapan etnomatematika jenis “kelereng” dengan orientasi HOMTS (Higher Order Mathematica Thingking Skills) berbasis konsep penjumlahan dan pengurangan adalah sebagai berikut : peneliti melihat siswa tampak sangat antusias, semangat dan senang dalam bermain etnomatematika jenis “kelereng” tersebut. Hal ini dikarenakan, kelereng merupakan jenis permainan yang secara tidak langsung dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak untuk memahami konsep dasar matematika mengenai penjumlahan dan pengurangan. Merujuk pada mini riset yang telah dilakukan, peneliti berasumsi apabila etnomatematika jenis “kelereng” dapat diimplementasikan dalam pembelajaran dengan orientasi HOMTS (Higher Order Mathematica Thingking Skills) khususnya pada konsep penjumlahan dan pengurangan. Hal ini terlihat dari lembar soal HOTMS (Higher Order Thinking Mathematica Skills) yang dibuat dan dibagikan oleh peneliti kepada beberapa anak yang telah ditetapkan sebagai sampel penelitian. Dimana, menurut peneliti soal tersebut memiliki tingkat penalaran yang tinggi. Namun, meskipun demikian tes tersebut dapat dijawab dengan benar.

Published
2019-12-21