ETNOBOTANI TUMBUHAN PENGHASIL BUAH SEBAGAI OBAT TRADISIONAL

  • Stevin Melay Universitas Pattimura
  • Adi Bejo Suwardi Universitas Samudra
  • Sofiyan Universitas Samudra
Keywords: Buah, Obat, obat tradisional, Aceh, pengetahuan tradisional

Abstract

Indonesia memiliki beragam jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan baku obat dan telah dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi tumbuhanpenghasil buah sebagai sumber bahan baku obat tradisional. Penelitian dilakukan di kabupaten Aceh Timur dengan melibatkan 60 orang responden.Penelitian ini menggunakan metode survey dan Participatory Rural Appraisal dengan teknik wawancara semi struktural yang berpedoman pada daftar pertanyaan. Data dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan antropologi medical dan pendekatan etnobotani medical obat. Sebanyak 12 jenis tumbuhan penghasil buah telah dimanfaatkan oleh masyarakat kabupaten Aceh Timur sebagai obat tradisional. Tumbuhan tersebut dimanfaatkan sebagai obat batuk, sakit perut, demam, diare, dan radang tenggorokan. Bagian tumbuhan yangdimanfaatkan berupadaun, akar, kulit batang dan buah. Pengetahuan tradisional tentang tumbuhan obat diperoleh secara turun temurun. Pengembangan pengetahuan tradisional diperlukan tidak hanya melalui pendidikan informal, tetapi perlu dilakukan dalam pendidikan formal sebagai upaya untuk menjaga pengetahuan tradisional dan melindungi kekayaan hayati.

References

Diamond J. (2002). Evolution, consequences and nature of plant and animal domestication. Nature, 418:700-707

Johns T, Mohoro EB, & Sanaya P. (1996). Food plants and masticants of the Batemi of Ngorongoro District, Tanzania. Econ Bot. 50:115-121

Leonti M, Nebel S, Rivera D, & Heinrich M. (2006). Wild gathered food plants in the European Mediterranean. Econ Bot, 60:130-142

Murmu P, Kumar S, Patra JK, Singh NR, & Rath SK. (2016). Ethnobotanical, Nutritional, Phytochemical and Antimicrobial Studies of Garcinia xanthochymus Fruit Extracts. British Biotechnology Journal. 13(2), 111

Navia, Z.I, Suwardi, A.B. & Saputri, A. (2017). Penelusuran ragam jenis tanaman buah pekarangan sebagai sumber nutrisi bagi masyarakat di Kota Langsa, Aceh. Dalam: Agustien, A., Syaifullah, Pitopang, R.P., Nurainas, Ilyas, S. & Kurniawan, R. (editor) Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas dan Ekologi Tropika Indonesia Ke-4 dan Kongres Penggalang Taksonomi Tumbuhan Indonesia Ke-12. Padang, 15–17 September 2017, hlm. 774–782.

Navia, Z. I., Suwardi, A. B., & Saputri, A. (2019). Karakterisasi Tanaman Buah Lokal di Kawasan Ekosistem Leuser Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Buletin Plasma Nutfah, 25(2), 57-66.

Ogle BM, Tuyet HT, Duyet HN, & Dung NX. (2003). Food, feed or medicine: The multiple functions of edible wild plants in Vietnam. Econ Bot, 57:103-117

Ong HC, Norliah A, & Sorayya M. (2012). Traditional knowledge and usage of edible plants among the Temuan villagers in Kampung Tering, Kuala Pilah, Negeri Sembilan, Malaysia. Indian Journal of Traditional Knowledge, 11(1),161-165

Quinlan MB & Quinlan RJ. (2007). Modernization and medicinal plant knowledge in a Caribbean horticultural village. Med Anthropol Q. 21(2),169-192

Rahmawati, M & Hayati, E. 2013. Pengelompokkan berdasarkan karakter morfologi vegetatif pada plasma nutfah pisang asal kabupaten Aceh Besar. Jurnal Agrista 17 (3), 111-118

Sanjayrao KS & Sanjay GV. (2019). Studies on Ethno botanical plants used by tribal community of Nashik district, Maharashtra, India. Journal of Medicinal Plants Studies, 7(4),200-202

Saynes-Vásquez A, Vibrans H, Vergara-Silva F, & Caballero J. (2016). Intracultural differences in local botanical knowledge and knowledge loss among the Mexican Isthmus Zapotecs. PLoS ONE. 11(3):0151693

Shrestha PM, & Dhillon SS. (2006). Diversity and traditional knowledge concerning wild food species in a locally managed forest in Nepal. Agroforest Sys, 66, 55-63

Simpson, BB & Ogorzaly MC. (1995). Economic botany: Plants in our world. McGraw Hill. New York

Sousa RS, Hanazaki N, Lopes JB, & de Barros RFM. (2012). Are gender and age important in understanding the Distribution of Local Botanical Knowledge in Fishing Communities of the Parnaíba Delta Environmental Protection Area? Ethnobot Res Appl, 10:551-559

Suwardi, A. B., Indriaty, & Navia, Z. I. (2018). Nutritional evaluation of some wild edible tuberous plants as an alternative Foods. Innovare Journal of Food Sci, 6(2), 9-12

Suwardi, A. B., Navia, Z. I., Harmawan, T., Syamsuardi, & Mukhtar, E. (2019). Sensory Evaluation of Mangoes Grown in Aceh Tamiang District, Aceh, Indonesia. Advances in Ecological and Environmental Research, 4(3), 79-85

Suwardi, A. B., Navia, Z. I., Harmawan, T., Syamsuardi, & Mukhtar, E. (2019). The diversity of wild edible fruit plants and traditional knowledge in West Aceh region, Indonesia. Journal of Medicinal Plants Studies, 7(4), 285-290

Wardani M. (2008). The Diversity of Potential of Useful Plants in Mandor Nature Reserve, West Kalimantan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 5(3), 251266

Watson, B.J. (1984). Rambutan. Page PE (ed.) In: Tropical tree fruits for Australia. Queensland Department of Primary Industries. Horticulture Branch 198-203

Wiryono, Japriyanto, & Erniwati. (2017). The diversity of locally utilized plants and local botanical knowledge in Central Bengkulu District, Bengkulu Province, Indonesia. Biodiversitas. 18(4), 1589-1595

Published
2019-12-21