REVITALISASI NORMA ADAT SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ACEH: (“STUDI PELAKSANAN SYARIAT ISLAM SARANA PEMBINAAN KARAKTER MASYARAKAT DI WILAYAH PANTAI TIMUR ACEH”)

Main Article Content

Imam Hadi Sutrisno
Hartutik
Fitria Mustika

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan proses revitalisasi norma adat sebagai kearifan lokal masyarakat Aceh. Norma adalah harta budaya untuk setiap etnis. Norma hidup dan berkembang sesuai dengan keinginan masyarakat dalam bentuk adat, yang berarti bahwa lembaga-lembaga ini tanpa intervensi birokrasi akan berjalan sesuai dengan kemampuan mereka. Demikian juga norma yang dikembangkan di Wilayah Pantai Timur Aceh.  Aceh Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang mengandalkan tehnik pengamatan dan wawancara yang mendalam dalam proses pengumpulan data; dan mengandalkan tehnik interpretatif dalam proses analisis data kualitatif. Proses analisis dan pengumpulan data dalam penelitian ini berorientasi pada paradigma kritis yakni mengacu pada teori kritis budaya dan metode dekontruksi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keberadaan norma-norma adat yang sejatinya sebagai norma yang termuat dalam ajaran Islam, pola perilaku kehidupan tertata dengan baik dan mempunyai berpengaruh terhadap kharakter masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, penegakan norma adat digunakan dalam menyelesaikan masalah sosial di wilayah kota Langsa,  Menjalankan syariat Islam secara kaffah akan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap karakter masyarakatnya. Oleh karenanya masyarakat percaya perlu adanya instansi dinas sebagai  wasit atau hakim di masyarakat dalam menegakkan syariat Islam tersebut. Hasil Penelitian disimpulkan bahwa  nilai-nilai hukum dan norma adat yang menyatu dengan yang menyatu dengan Islam merupakan pandangan hidup (way of life) bagi masyarakat Aceh. Revitalisasi norma dan pelaksanaan syariat Islam di kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kota Langsa berlangsung dengan baik dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah kabupaten/kota. Secara universal masyarakat memahami bahwa syariat Islam muncul ketika masyarakat ingin menggali nilai-nilai lama yang luhur seperti pada zaman pemerintahan kesultanan tempo dulu.

Article Details

Section
Articles